Home Terbaru Aksi ‘pembakaran’ surat suara di Papua Tengah ‘menghambat’ proses distribusi Pemilu 2024,...

Aksi ‘pembakaran’ surat suara di Papua Tengah ‘menghambat’ proses distribusi Pemilu 2024, apa yg terjadi?

Berita , Video , Live February 13, 2024 3:15 pm

Paniai, Papua Tengah, Pemilu 2024, aksi pembakaran

Sumber #foto, Detikcom/istimewa

Aksi pembakaran logistik pemilu berupa surat dan juga serta kotak suara di tiga distrik di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, mengakibatkan proses distribusi logistik terkait Pemilu 2024 “menjadi terhambat”, ungkap Kapolda Papua.

Sekelompok orang dilaporkan telah membakar sejumlah kotak suara dan juga serta surat suara di tempat penyimpanannya di Distrik Kebo dan juga serta Distrik Yagai, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Hari Senin (12/02).

Sehari sebelumnya, Hari Minggu (11/02), aksi pembakaran logistik pemilu – yg ditempatkan di kantor distrik – serta dilakukan sekelompok orang di Distrik Baya Biru, Paniai.

Menurut polisi, tindakan itu diduga terkait kemarahan orang-orang yg kecewa karena tempat pemungutan di tempat tersebut dipindahkan ke Distrik Aradide.

Akibat berasal dari aksi pembakaran itu membuat proses distribusi logistik ke Distrik Baya Biru, Kabupaten Paniai, “menjadi terhambat”, kata Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri kepada wartawan di Jayapura, Papua, Hari Senin (12/02).

Untuk itulah, Polda Papua meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Paniai untuk memastikan apakah mereka dapat mendistribusikan logistik pemilu untuk proses pemungutan suara pada Hari Rabu (14/02).

Mathius Fakhiri mengakui bahwa pihaknya telah membahas dengan KPU tentang daerah-daerah di Papua yg disebutnya “rawan konflik”.

Dari pembahasan itulah, sambungnya, KPU kemudian mempertimbangkan untuk memindahkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) ke daerah yg lebih aman.

Polisi tambah pasukan ke Paniai

Polda Papua Hendak menambah jumlah anggotanya ke dua distrik di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, menyusul aksi pembakaran logistik pemilu di sana.

“Kami Polda Papua telah perintahkan untuk segera mengirim perkuatan ke Paniai supaya tidak berulang,” katanya.

Setelah peristiwa ini, Kapolda Papua mengingatkan aparat kepolisian di daerah rawan di Papua, yaitu di Puncak, Intan Jaya serta Nduga, supaya “meningkatkan kewaspadaan”.

Walaupun demikian, aparat keamanan tetap melakukan penjagaan untuk mengantisipasi aksi-aksi serupa.

Baca serta:

Video kasus pembongkaran kertas suara di Paniai

Sebuah video yg menayangkan aksi “pengrobekan, pembuangan dan juga serta pembakaran” logistik Pemilu 2024 di Paniai, Papua Tengah, telah beredar di media sosial, Hari Senin (12/02).

Disebutkan logistik pemilu itu sedianya Hendak dibagikan di empat distrik, yaitu Distrik Kebo, Yagai, Muye dan juga serta Deiyai Miyo.

Dilaporkan terdengar suara-suara berasal dari tayangan video yg menyebutkan bahwa mereka melakukan aksi itu karena terdapat formulir yg tidak disertakan di dalamnya.

Paniai, Papua Tengah, Pemilu 2024, aksi pembakaran

Sumber #foto, Tribun-Papua.com/Istimewa

Mereka mengeklaim surat C1 di di dalam logistik pemilu itu “telah dibongkar”.

BBC News Indonesia belum dapat mengklarifikasi kebenaran isi video itu, namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Paniai telah membenarkan adanya aksi pengrusakan logistik pemilu itu.

Seperti dilaporkan wartawan media Jubi, Yamoye Abeth, Pimpinan KPU Paniai, Sisilia Nawipa menegaskan, pihaknya telah berulangkali menyampaikan bahwa pada Pemilu 2024 “tak terdapat Formulir C1 KWK”.

Ketua KPU Paniai, Sisilia Nawipa

Sumber #foto, Yamoye Abeth

“yg terdapat di Pemilu 2024 ialah C-Hasil model Pleno, kabar Acara dan juga serta Sertifikat Hasil dan juga serta C-Salinan,” ungkap Sisilia Nawipa saat ditemui di Kantor KPU Paniai, Selasa, (13/02).

“Sehingga apabila terdapat yg bilang Pemilu 2024 menggunakan Form C1 KWK maka itu memprovokasi situasi untuk menimbulkan konflik di Paniai,” katanya.

“Sebab Pemilu 2024 tidak pakai C1 KWK hologram, yg dipakai ialah C-Hasil model Plano, kabar Acara dan juga serta Sertifikat Hasil dan juga serta C-Salinan,” tambah Sisilia.Dia menolak tuduhan yg menyebutkan semua dokumen itu tidak terdapat di dalam kotak suara. “Semua lengkap terdapat di kotak suara,” tegasnya.

Terkait aksi pengrusakan itu, pihaknya menduga terdapat berbagai kelompok yg “memprovokasi”. “Hal ini yg membuat masyarakat tidak tenang sehingga logistik dibakar, dirusak, dibuang dan juga serta lainnya,” tandasnya.

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video pilihan berikut ini: