Home Terbaru Dirty Vote: Film ‘tentang kecurangan pilpres’ tuai pro-kontra, bagaimana publik harus menyikapinya?

Dirty Vote: Film ‘tentang kecurangan pilpres’ tuai pro-kontra, bagaimana publik harus menyikapinya?

Berita , Video , Live February 13, 2024 3:15 pm

Dirty Vote

Sumber #foto, Istimewa/Detikcom

Film Dirty Vote ramai dibicarakan publik sejak pertama kali ditayangkan di Youtube pada 11 Februari lalu. Film berdurasi 117 menit ini menampilkan tiga pakar hukum tata negara yg mengungkap apa yg mereka sebut sebagaimana kecurangan di dalam proses pemilihan presiden tahun 2024.

Tim kampanye Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, sebelum film itu resmi dirilis di Youtube, menuding bahwa para pembuat Dirty Vote telah melakukan fitnah.

Pro dan juga serta kontra sampai kini masih terus mengiringi film yg telah ditonton lebih berasal dari 6,7 juta kali tersebut. Perbincangan terkait materi film itu belum surut di media sosial.

BBC News Indonesia berbicara kepada sejumlah pakar tentang bagaimana masyarakat semestinya bersikap terhadap Dirty Vote, di tengah riuh rendah tuduhan dan juga serta klaim berasal dari berbagai kelompok. Berikut rangkumannya.

Apa kata Dewan Pers?

Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu berkata bahwa film Dirty Vote tidak termasuk produk jurnalistik. Namun, kata dia, bukan berarti film itu berisi fiksi atau kabar bohong. Alasannya, materi yg disajikan tiga pakar, yaitu Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mochtar, dan juga serta Feri Amsari, merupakan fakta pengadilan, rekam peristiwa di dalam rangkaian Pilpres, dan juga serta analisis akademis.

“Terhadap info seperti yg terdapat di dalam film dokumenter ini, sebagian orang dapat memberi penilaian penting, meski terdapat serta yg mengatakan ini tidak penting. Tapi film ini merupakan dokumenter eksplanatori, menjadi bukan karya fiksi,” ungkap Ninik.

pilpres, politik

Sumber #foto, Getty Images

Ninik mendorong publik untuk mencari sumber info yg lain untuk melengkapi pemahaman mereka terkait isu yg dipaparkan film Dirty Vote. Respons masyarakat untuk terus menggali info benar dan juga serta akurat, termasuk pasca kemunculan film Dirty Vote, disebut Ninik sebagaimana proses penting di dalam demokrasi Indonesia.

“banyak sumber dapat dijadikan rujukan untuk melengkapi data dan juga serta info yg disajikan di dalam film ini, misalnya melihat putusan pengadilan, klarifikasi kelompok yg membantah, dan juga serta dapat serta berasal dari buku atau literatur,” kata Ninik.

pemilu, indonesia, politik

Sumber #foto, Antara Foto

‘Bagian berasal dari pendidikan politik’

Film Dirty Vote, dengan memanfaatkan data yg telah beredar di publik, menunjukkan konflik kepentingan yg dapat berujung pada kecurangan di dalam rangkaian pemilihan presiden, kata peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan juga serta Demokrasi, Muhammad Ihsan Maulana.

Bukan cuma menjadi pengingat terhadap pihak-pihak yg hendak melakukan kecurangan, Ihsan menyebut film Dirty Vote dapat menjadi bagian penting di dalam pendidikan politik masyarakat.

“Tentu saja film ini merupakan peringatan kepada siapa saja yg hendak melakukan kecurangan khususnya di tahapan pemungutan, penghitungan dan juga serta rekapitulasi hasil,” ungkap Ihsan.

“Berkaca berasal dari film tersebut, tahapan pemungutan, penghitungan dan juga serta rekapitulasi hasil selalu menjadi tahapan paling rawan. Ini merupakan tahapan krusial di dalam pemilu.

“Apabila tidak terdapat perbaikan berasal dari netralitas penyelenggara negara dan juga serta penyelenggara pemilu tidak berbenah berasal dari aspek teknis dan juga serta pengawasan pemilu, tentu masalah ini Hendak berulang,” ujarnya.

pilpres, politik

Sumber #foto, Getty Images

Ihsan menilai film ini tidak tergolong kampanye ataupun usaha menjatuhkan pasangan capres-cawapres tertentu. Ia tidak setuju dengan anggapan bahwa Dirty Vote berisi hoaks atau info yg keliru.

“Film ini merangkum dan juga serta menggambarkan dugaan kecurangan pemilu secara bagus dan juga serta mudah dicerna dari pemilih. Film ini ialah gambaran keresahan publik terhadap tahapan penyelenggaraan pemilu yg diwarnai dengan konflik kepentingan, potensi kecurangan, melawan aturan hukum kepemiluan yg sebetulnya selama ini telah diadvokasi dari kelompok masyarakat sipil,” kata Ihsan.

“Rasanya terlalu berlebihan Apabila film ini dituduh sebagaimana propaganda. Apa yg disampaikan merupakan info publik terbuka, hasil berasal dari kerja jurnalistik, dan juga serta putusan pengadilan,” tuturnya.

‘Serangan terhadap Dirty Vote tidak beralasan’

Profesor Masduki, pakar ilmu komunikasi berasal dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, menilai film Dirty Vote memberi info penting pemilu yg selama ini luput diberitakan media massa, terutama media penyiaran publik yg dibiayai anggaran negara seperti TVRI.

“Di negara yg lain, lembaga penyiaran publik menjadi rujukan masyarakat karena mereka menyediakan info komprehensif, bagus yg edukatif maupun yg investigatif,” ungkap Masduki.

Di sisi yg lain, kata Masduki, kemunculan film ini menunjukkan bagaimana sikap elite politik di dalam menyikapi hasil kerja akademis maupun jurnalistik. Menurutnya, tuduhan tim Prabowo-Gibran bahwa film Dirty Vote merupakan fitnah dan juga serta propaganda memperlihatkan sisi buruk budaya politik elektoral Indonesia.

“Film dokumenter seperti ini seharusnya dilawan dengan film dokumenter atau suatu narasi berbasis bukti faktual yg sama. di dalam konteks Dirty Vote, pihak yg dikritik justru melakukan blaming (menyalahkan) dan juga serta membuat framing negatif berbasis pernyataan,” kata Masduki.

“di dalam gerakan sosial, itu merupakan perlawanan balik dengan kekerasan verbal, tidak dengan metode yg setara dengan metode akademis maupun produksi konten media. Ini tidak mendidik dan juga serta tidak sehat di dalam kultur politik,” ujarnya.

politik, pilpres, seni

Sumber #foto, Getty Images

Siapa yg membuat film Dirty Vote?

Film ini disusun dari rumah produksi Watchdoc Documentary, yg didirikan dari dua jurnalis: Dandhy Dwi Laksono dan juga serta Andhy Panca Kurniawan.

Selama 14 tahun terakhir, mereka telah membuat ratusan judul film dokumenter, antara yg lain Sexy Killers yg mengupas bisnis batu bara dan juga serta a Endgame yg berkisah tentang polemik Tes Wawasan Kebangsaan KPK.

Pada Agustus 2021, peran Watchdoc di dalam kehidupan sosial dan juga serta politik Indonesia melalui film dianugerahi Ramon Magsaysay Award, sebuah penghargaan yg kerap disebut sebagaimana ‘Nobel versi Asia’.

Ramon Magsaysay Award pernah diberikan kepada Dalai Lama pada 1958, Bunda Teresa (1962), Gus Dur (1993), Pramoedya Ananta Toer (1995) dan juga serta KPK (2013).

Dandhy Dwi Laksono

Sumber #foto, BBC News Indonesia

di dalam membuat Dirty Vote, Watchdoc berkolaborasi dengan sejumlah kelompok masyarakat sipil seperti Indonesia Corruption Watch, Greenpeace Indonesia, Jaringan Anti Tambang, dan juga serta Aliansi Jurnalis Independen.

di dalam berbagai pemberitaan, perubahan syarat calon wakil presiden kerap dilekatkan dengan hubungan keluarga antara Pimpinan MK saat itu, Anwar Usman, dengan Presiden Joko Widodo dan juga serta putranya Gibran Rakabuming.

“Semua cerita ini lewat di mata saya dan juga serta saya berpikir bahwa kami penting membuat semua yg lewat setiap hari ini menjadi sesuatu yg dapat dilihat berasal dari helicopter view (secara utuh). Itu idenya,” kata Dandhy.

pilpres, politik

Sumber #foto, Getty Images

di dalam keterangan pers yg dibagikan para pembuat Dirty Vote sebelumnya, Dandhy berkata bahwa film ini ditujukan menjadi sebuah bahan edukasi publik menuju momen krusial pemilu, yaitu hari pencoblosan pada 14 Februari mendatang.

“Ada saatnya kami menjadi pendukung capres-cawapres. Tapi hari ini, saya ingin mengajak setiap orang untuk menonton film ini sebagaimana warga negara,” ungkap Dandhy

Joni Aswira, Pimpinan Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia, lembaga yg turut mendukung pembuatan Dirty Vote, menyebut film ini dibiayai “patungan” Watchdoc dan juga serta lembaga masyarakat sipil.

Seluruh proses pembuatan film ini, kata Joni, memakan waktu dua pekan, berasal dari riset, produksi, sampai pengambilan #foto.

Ganjar Pranowo

Sumber #foto, AFP

Apa respons Prabowo-Gibran?

Gibran mengaku belum menonton Dirty Vote. Ini dikatakannya kepada pers di Solo, Hari Senin (12/02).

“Makasih ya untuk masukannya. apabila terdapat kecurangan silakan nanti dibuktikan,” tuturnya.

Sehari sebelumnya, Wakil Pimpinan Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Habiburokhman, menyebut film Dirty Vote sebagaimana fitnah.

“Sebagian besar yg disampaikan film tersebut ialah sesuatu yg bernada fitnah, narasi kebencian yg bernada asumtif, dan juga serta sangat tidak ilmiah,” tuturnya kepada pers.

Bagaimana respons capres lainnya?

Film Dirty Vote secara khusus menelisik dugaan kecurangan yg berpotensi memenangkan Prabowo-Gibran.

Capres Anies Baswedan menyebut film tersebut merupakan pengingat bagi seluruh pihak bahwa kecurangan di dalam pilpres berpeluang terjadi.

“Apakah nanti kejadian, kami lihat nanti, makanya kami memiliki kesempatan yuk jaga diri jangan sampai itu kejadian,” ungkap Anies kepada pers.

Hal serupa dikatakan capres Ganjar Pranowo. “Ada orang yg menceritakan tentang situasi, itu saja apabila saya melihatnya (film Dirty Vote),” ujarnya di Semarang.

“Kalau politisi telah paham apa yg terjadi. Ini edukasi untuk publik supaya semua dapat menjaga arah demokrasi dengan baik, itu diingatkan dari para ilmuwan,” kata Ganjar.

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video pilihan berikut ini: