Home Terbaru Dirty Vote ‘Hilang’ dari Pencarian YouTube, Ada Apa?

Dirty Vote ‘Hilang’ dari Pencarian YouTube, Ada Apa?

Berita , Video , Live February 13, 2024 2:39 am


Jakarta, CNN Indonesia

Film dokumenter kecurangan pemilu Dirty Vote yg tayang di YouTube, Hari Minggu (11/2), mendadak ‘hilang’ berasal dari hasil pencarian di platform milik Google itu. terdapat apa?

Video ini sebelumnya sempat mendapat sorotan karena secara faktual menunjukkan data-data dugaan kecurangan rezim pada Pemilu 2024.

Pantauan CNNIndonesia.com, hasil pencarian di situs maupun Software #Aplikasi YouTube di smartphone, memang masih menampilkan video mengenai Dirty Vote.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, hasil pencarian teratas merupakan video yg diunggah ulang dari pakar hukum tata negara Refly Harun yg berjudul “GEGER! VIRAL FILM DIRTY VOTE! TERBONGKAR SEMUA SKENARIO CURANG!,” bukan video berasal dari kanal aslinya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, video yg lain yg muncul berasal dari hasil pencarian di bawahnya mayoritas merupakan berita-berita maupun tanggapan mengenai film tersebut. CNNIndonesia.com men-scroll jauh ke bawah sampai mencapai puluhan video asing dan juga serta tak menemukan video yg dimaksud.

Padahal, film dokumenter yg pertama kali diunggah akun YouTube Dirty Vote itu masih terdapat Apabila mengklik tautan asli yg dibagikan Co-Founder Watchdoc Dandhy Laksono.

Baca Juga :  Viral - Viral Suami Pergoki Istri Selingkuh dengan Pejabat Daerah #iNewsPagi 15/10

Per Hari Senin (12/2) Jam 14.11 WIB, video ini telah mendapat 4.424.253 views dan juga serta 44.116 komentar. Kanalnya sendiri, Dirty Vote, yg sejauh ini mengunggah dua video sejak kemarin, telah mendapat 92.500 subscriber.

Salah seorang warganet di X (sebelumnya Twitter), @iqbal_farabi serta sempat mengungkap bahwa dirinya tak menemukan video asli film Dirty Vote.

Ini saya aja atau temen-temen serta mengalami: apabila kami coba find “dirty vote full movie”, malah ga keluar video Dirty Vote nya di find result. Padahal jumlah views-nya jelas jauh di atas find results berikut. terdapat penjelasannya kenapa ga @googleindonesia?” tulisnya di X.

di dalam cuitan selanjutnya, akun tersebut mengatakan bahwa Ia sedang mempertanyakan apakah Google melakukan shadow ban terhadap video Dirty Vote di YouTube.

Mengutip Cambrige Dictionary, shadow banned ialah tindakan sebuah perusahaan media sosial terhadap postingan seseorang di media sosial.

Perusahaan tersebut Hendak membatasi siapa saja yg dapat melihatnya dan juga serta biasanya tanpa sepengetahuan orang yg mempublikasikannya.

Baca Juga :  Terbaru - Upin & Ipin Dapur Masak-Masak Episode Terbaru | Upin Ipin Terbaru 2023 | Upin & Ipin Musim 17

CNNIndonesia.com telah menghubungi pihak Google Indonesia mengenai hal ini dan juga serta dugaan shadow banned terhadap video tersebut. Namun, pihak Google belum memberi penjelasan karena mengaku masih Hendak mengecek terlebih dulu masalah ini.

Meski begitu, menurut laman Support Google, terdapat penjelasan mengapa sebuah channel atau video tidak muncul di hasil pencarian YouTube.

Google menjelaskan, Apabila akun tersebut baru dibuat, memperbarui video, atau mengubah nama channel (saluran), kemungkinan penting beberapa hari supaya video tersebut muncul di hasil pencarian YouTube.

“Pencarian YouTube mencoba menampilkan hasil yg paling relevan. Hasil dapat berupa video, channel, playlist, dan juga serta live streaming,” tulis Google di dalam laman tersebut.

Google mengungkap sejumlah faktor yg mungkin membuat channel atau video tidak ditemukan pada bagian atas hasil pencarian, yakni:

– Nama pegangan atau nama channel sering digunakan di dalam judul video
– Memiliki nama channel yg umum
– Channel YouTube masih baru
– Nama channel mungkin tidak sesuai untuk semua pengguna

Baca Juga :  Pesan SBY untuk AHY Usai Dilantik Jadi Menteri ATR/BPN: Sukseskan Pemerintahan Jokowi

Dirty Vote merupakan dokumenter yg disampaikan tiga orang Pakar hukum tata negara yaitu Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan juga serta Zainal Arifin Mochtar.

“Ketiganya menerangkan betapa berbagai instrumen kekuasaan telah digunakan untuk tujuan memenangkan pemilu sekalipun prosesnya menabrak sampai merusak tatanan demokrasi,” demikian siaran pers yg diterima CNNIndonesia.com.

di dalam film tersebut, Bivitri dkk menjelaskan penggunaan kekuasaan dikerahkan untuk mempertahankan status quo. Adapun penjelasan dimaksud berpijak pada sejumlah fakta dan juga serta data.

[Gambas:Twitter]

Bivitri mengatakan secara sederhana Dirty Vote merupakan sebuah rekaman sejarah perihal rusaknya demokrasi di Indonesia.

“Bercerita tentang dua hal. Pertama, tentang demokrasi yg tak dapat dimaknai sebatas terlaksananya pemilu, tapi bagaimana pemilu berlangsung. Bukan cuma hasil penghitungan suara, tetapi apakah keseluruhan proses pemilu dilaksanakan dengan adil dan juga serta sesuai nilai-nilai konstitusi,” kata Bivitri.

“Kedua, tentang kekuasaan yg disalahgunakan karena nepotisme yg haram hukumnya di dalam negara hukum yg demokratis,” sambung dia.

[Gambas:Video CNN]

(lom/dmi)

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video pilihan berikut ini: